Indonesia adalah salah satu pusat keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Di antara ribuan jenis tumbuhan yang tumbuh di kepulauan ini, ratusan di antaranya sudah dikenal turun-temurun sebagai bahan perawatan tubuh dan ramuan kesehatan: kunyit yang menguning di pekarangan, bengkoang yang dingin di lidah, akar wangi yang harum di lemari kain, hingga bunga melati yang ditabur pada air mandi. Pengetahuan ini bukan sekadar kebiasaan dapur, melainkan warisan budaya yang dirawat berabad-abad, khususnya di lingkungan Keraton Jawa tempat resep lulur, mangir, param, dan jamu disusun dengan takaran dan tata cara yang ketat.
Mustika Ratu lahir pada tahun 1975 dengan niat sederhana namun berjangka panjang: membawa warisan ramuan Keraton itu keluar dari lingkaran istana agar dapat dinikmati masyarakat luas, tanpa kehilangan akar tradisinya. Sejak itu, perusahaan mengembangkan rangkaian lengkap yang mencakup ratusan produk di beberapa lini — Mustika Ratu, Mustika Puteri, BASK, Anargya, dan Ratu Mas — dengan benang merah yang konsisten: bahan alami khas Nusantara sebagai jantung formula. Artikel ini merangkum bahan-bahan tersebut, kelompok per kelompok, lengkap dengan contoh produk yang menggunakannya, agar terlihat jelas bagaimana kekayaan hayati Indonesia diterjemahkan menjadi perawatan sehari-hari.
Bengkoang adalah ikon perawatan kulit Nusantara dan mungkin bahan yang paling lekat dengan nama Mustika Ratu. Umbi berair ini secara tradisional digunakan untuk menyegarkan dan merawat kecerahan tampilan kulit wajah. Di katalog Mustika Ratu, bengkoang hadir antara lain pada Masker Bengkoang untuk perawatan wajah dan pada Lulur Sari Bengkoang untuk perawatan tubuh.
Mawar termasuk bahan yang paling sering dipakai di jajaran Mustika Ratu. Air mawar secara tradisional dipakai untuk menyegarkan kulit setelah dibersihkan dan memberi sensasi lembut di kulit. Anda dapat menemukannya pada rangkaian pembersih dan penyegar Mawar, Body Butter serta Body Scrub Rose, hingga Body Splash Mawar dari Mustika Puteri.
Ketimun dikenal luas sebagai bahan yang menyejukkan dan membantu menyegarkan kulit, terutama untuk kulit yang terasa panas setelah beraktivitas di luar ruangan. Kandungan airnya yang tinggi membuatnya lama menjadi pilihan untuk penyegar wajah tradisional. Mustika Ratu menggunakannya pada rangkaian pembersih dan penyegar Ketimun.
Jeruk nipis secara tradisional digunakan untuk membantu membersihkan kulit yang cenderung berminyak dan memberi kesan segar. Aromanya yang tajam dan bersih membuatnya cocok untuk perawatan wajah harian di iklim tropis. Bahan ini menjadi dasar rangkaian pembersih dan penyegar Jeruk Nipis.
Sekar Gambir adalah nama ramuan (varian) dalam khazanah perawatan tradisional Jawa yang dipakai untuk membantu membersihkan dan menyegarkan kulit wajah. Kehadirannya menjadi penanda bahwa formula Mustika Ratu tidak hanya mengambil bahan populer, tetapi juga menggali kosakata ramuan Keraton yang lebih jarang dikenal publik. Sekar Gambir digunakan pada rangkaian pembersih dan penyegar Sekar Gambir.
Tomat sudah lama dipakai sebagai masker rumahan sederhana untuk menyegarkan wajah dan merawat tampilan kulit agar tampak lebih segar. Teksturnya yang berair menjadikannya bahan masker yang ringan dan nyaman. Mustika Ratu memformulasikannya dalam Masker Tomat.
Mundisari adalah ramuan warisan yang dipakai Mustika Ratu pada tahap pengelupasan halus (peeling) untuk membantu mengangkat sel kulit mati di permukaan sehingga kulit terasa lebih halus. Digunakan pada Peeling Mundisari Mustika Ratu.
Arang bambu dikenal karena kemampuannya membantu mengangkat kotoran dan minyak berlebih di permukaan kulit. Bahan ini dipakai pada rangkaian pembersih wajah untuk membantu membersihkan kulit dari kotoran dan minyak berlebih. Mustika Ratu memakainya pada rangkaian Anti Pollution Bamboo Charcoal.
Meski bukan tanaman asli Nusantara, minyak zaitun kini populer dalam perawatan modern di Indonesia dan termasuk bahan yang paling sering dipakai di katalog Mustika Ratu. Sifatnya yang melembapkan membantu menjaga kelembutan kulit. Dapat ditemui pada rangkaian Anti Pollution Zaitun, Minyak Zaitun, hingga Body Butter dan Body Scrub Zaitun.
Pepaya secara tradisional digunakan untuk membantu menghaluskan kulit dan membuat permukaan kulit terasa lebih lembut. Buah tropis ini akrab di seluruh Indonesia, sehingga penggunaannya dalam perawatan terasa sangat wajar. Hadir pada Body Butter dan Body Scrub Papaya.
Teh hijau adalah komoditas kebanggaan perkebunan Indonesia yang juga populer dalam perawatan kulit. Secara tradisional digunakan untuk membantu menyegarkan kulit dan memberi rasa nyaman setelah beraktivitas.
Mangir adalah ramuan lulur wajah dan tubuh klasik dari tradisi Jawa, biasanya berbentuk bubuk halus yang dilarutkan air. Secara tradisional digunakan untuk membantu membersihkan dan menghaluskan permukaan kulit. Ramuan ini termasuk resep tertua dalam khazanah perawatan Nusantara yang menjadi rujukan Mustika Ratu.
Bubuk kopi Indonesia menjadi bahan scrub yang sangat digemari karena teksturnya membantu mengangkat sel kulit mati dan aromanya membangunkan suasana mandi pagi. Kopi juga menghubungkan perawatan tubuh dengan identitas agrikultur Indonesia yang kuat. Digunakan pada Body Scrub dan Body Butter Kopi.
Temugiring adalah rimpang khas ramuan Keraton yang secara tradisional digunakan dalam lulur untuk membantu merawat kehalusan dan kebersihan kulit tubuh. Bahan ini menjadi salah satu tulang punggung lini Ratu Mas. Terdapat pada rangkaian Lulur Kocok dan Lulur Krem Mas Sinangling.
Daun kemuning sejak lama menjadi bagian resep lulur pengantin Jawa, secara tradisional digunakan untuk membantu merawat kulit tubuh agar terasa halus dan terlihat terawat. Aromanya lembut dan khas. Kemuning digunakan bersama temugiring dan kunyit dalam rangkaian Ratu Mas.
Kunyit adalah rimpang paling ikonik dalam tradisi Indonesia — dipakai untuk masakan, jamu, sekaligus perawatan tubuh. Dalam lulur, kunyit secara tradisional digunakan untuk membantu merawat penampilan kulit dan memberi warna kuning alami yang khas. Digunakan pada produk Ratu Mas serta pada minuman herbal Wedang Kunir Asam.
Cendana adalah kayu wangi kebanggaan Nusa Tenggara Timur yang secara turun-temurun dipakai untuk perawatan sekaligus wewangian. Minyaknya memberi rasa hangat lembut pada kulit dan aroma yang khas. Mustika Ratu menghadirkannya dalam Minyak Cendana.
Madu adalah bahan klasik yang secara tradisional digunakan untuk membantu menjaga kelembapan dan kelembutan kulit. Teksturnya yang kental menjadikannya bahan pengikat alami dalam banyak resep perawatan tradisional.
Kulit kerang yang dihaluskan digunakan sebagai butiran alami dalam formula lulur untuk membantu mengangkat sel kulit mati. Pemakaiannya menunjukkan bahwa kekayaan alam Indonesia tidak hanya berasal dari daratan, tetapi juga dari laut.
Daun sirih adalah salah satu tanaman paling dihormati dalam tradisi kebersihan Indonesia, secara tradisional digunakan untuk membantu menjaga kebersihan mulut dan memberikan rasa segar. Aromanya khas dan langsung dikenali lintas generasi. Mustika Ratu memakainya pada Pasta Gigi Daun Sirih dan Obat Kumur Daun Sirih.
Abu merang, yaitu abu dari pembakaran batang padi, adalah rahasia perawatan rambut perempuan Jawa sejak lama. Secara tradisional digunakan untuk membantu membersihkan rambut dan menjaga kesan hitam berkilau pada rambut. Mustika Ratu mempertahankannya dalam Shampoo Merang.
Bayam dipakai Mustika Ratu sebagai bahan Shampoo Bayam untuk membantu membersihkan rambut. Bahan ini menjadi contoh bagaimana tanaman sehari-hari dimanfaatkan secara kreatif dalam formula perawatan.
Daun landep adalah tanaman obat tradisional yang dalam khazanah Jawa dipakai untuk perawatan rambut dan kulit kepala, membantu menjaga kebersihan serta kesegaran kulit kepala. Namanya jarang terdengar di luar dunia jamu, sehingga kehadirannya memperkaya pilihan konsumen. Digunakan pada Shampoo Daun Landep.
Lendir alami dari daun waru sudah lama dipakai sebagai “kondisioner” tradisional yang membantu rambut terasa licin dan mudah disisir. Pohon waru tumbuh luas di pesisir Indonesia dan mudah dijangkau masyarakat. Mustika Ratu memformulasikannya dalam Shampoo Daun Waru.
Kelapa adalah pohon serba guna Nusantara, dan santannya secara tradisional digunakan sebagai bilasan rambut untuk membantu menjaga kelembutan serta kilau alami. Tradisi keramas dengan santan masih hidup di banyak daerah hingga kini. Mustika Ratu menghadirkannya sebagai Bilasan Santan.
Cemceman adalah minyak rambut tradisional Jawa hasil rendaman aneka daun dan bunga, secara tradisional digunakan untuk membantu merawat rambut dan kulit kepala. Proses pembuatannya yang lambat menjadikannya salah satu warisan ramuan yang paling khas. Tersedia sebagai minyak Cemceman, termasuk varian Cemceman Akar Wangi.
Akar wangi atau vetiver adalah akar harum yang dulu lazim dipakai untuk mewangikan lemari, kain, dan minyak rambut. Aromanya membumi, hangat, dan bertahan lama. Mustika Ratu menggunakannya pada Cemceman Akar Wangi.
Selain untuk kulit, minyak zaitun juga digunakan dalam perawatan rambut untuk membantu menjaga kelembapan batang rambut, sehingga rambut terasa lebih lembut saat disisir.
Catatan penting: produk jamu dan minuman herbal ditujukan untuk membantu memelihara kesehatan sesuai klaim tradisional, bukan untuk mengobati atau menggantikan pengobatan dokter. Baca aturan pakai pada kemasan. Bila keluhan berlanjut, hubungi dokter.
Kencur adalah rimpang kecil beraroma tajam yang menjadi jiwa dari jamu beras kencur. Secara tradisional digunakan untuk membantu memelihara stamina dan kebugaran tubuh. Mustika Ratu menghadirkannya dalam minuman serbuk Wedang Beras Kencur.
Perpaduan beras dan kencur menghasilkan minuman jamu yang manis-hangat dan digemari banyak keluarga Indonesia. Di banyak keluarga, beras kencur adalah pintu masuk pertama seseorang mengenal jamu. Tersedia sebagai Wedang Beras Kencur dalam bentuk serbuk, dan sebagai Beras Kencur siap minum kemasan tetrapak 200 mL.
Asam jawa memberi rasa segar dan sedikit masam yang menyeimbangkan rasa rimpang. Dipadukan dengan gula, ramuan ini secara tradisional dikonsumsi untuk membantu memelihara kesegaran tubuh. Hadir sebagai Wedang Gula Asam dalam bentuk serbuk dan Gula Asam siap minum kemasan tetrapak 200 mL.
Kunir asam adalah kombinasi kunyit dan asam jawa yang mungkin paling populer di warung jamu gendong. Secara tradisional dikonsumsi untuk membantu memelihara kesehatan tubuh. Tersedia sebagai Wedang Kunir Asam (serbuk siap seduh) dan Kunir Asam siap minum kemasan tetrapak 200 mL.
Jahe merah dikenal karena rasa pedas hangatnya yang lebih kuat dibanding jahe biasa. Secara tradisional diminum untuk membantu menghangatkan tubuh dan memelihara kebugaran, terutama di musim hujan. Mustika Ratu memformulasikannya dalam Wedang Jahe Merah, termasuk varian Wedang Jahe Merah + Sereh.
Temulawak adalah rimpang asli Indonesia yang menjadi salah satu bahan jamu paling dihormati, secara tradisional digunakan untuk membantu memelihara kesehatan tubuh. Rasanya khas: pahit lembut dengan aroma tanah yang hangat. Temulawak menjadi bahan pada rangkaian jamu temulawak Mustika Ratu.
Daun sirsak sudah lama menjadi bagian ramuan herbal keluarga Indonesia dan secara tradisional dikonsumsi untuk membantu memelihara kesehatan tubuh. Rasanya ringan sehingga mudah dijadikan minuman harian. Bahan ini digunakan dalam salah satu rangkaian minuman herbal Mustika Ratu.
Selain rimpang tunggal, Mustika Ratu juga meracik kombinasi bahan herbal dalam beberapa bentuk sediaan: teh celup herbal, kaplet/tablet herbal, dan minuman serbuk siap seduh. Produk-produk ini diposisikan sebagai pendamping gaya hidup sehat untuk membantu memelihara kesehatan sesuai kegunaan tradisionalnya. Baca aturan pakai; bila keluhan berlanjut, hubungi dokter.
Melati adalah puspa bangsa Indonesia, hadir dalam upacara adat, pernikahan, dan doa. Aromanya manis, hangat, dan sangat khas Nusantara. Mustika Ratu memakainya pada Body Butter dan Body Scrub Jasmine, sementara Mustika Puteri menghadirkan Body Splash Lime Jasmine.
Bunga kenanga menghasilkan aroma bunga yang dalam dan sedikit rempah, lama dipakai untuk mewangikan air mandi dan minyak rambut tradisional. Di lini Ratu Mas, kenanga menjadi bagian dari komposisi lulur bersama temugiring dan kemuning.
Lily putih memberi karakter aroma bunga yang bersih, lembut, dan elegan. Mustika Puteri menghadirkannya sebagai salah satu varian aroma, yaitu Body Splash White Lily.
Anggrek adalah simbol keanggunan flora Indonesia, dan aromanya diterjemahkan menjadi wangi yang feminin serta modern. Tersedia pada Body Splash Orchid dari Mustika Puteri.
Bunga seruni memberi aroma segar yang ringan dan ceria. Bahan ini muncul di dua tempat sekaligus: Body Splash Chrysant (Mustika Puteri) dan Lulur Kocok Seruni (Ratu Mas).
Chamomile dikenal memberi karakter aroma yang lembut. Mustika Puteri memformulasikannya sebagai Body Splash Chamomile.
Sri gading adalah bunga malam yang harum semerbak dan penuh makna dalam budaya Jawa. Namanya dipakai pada Lulur Kocok Sri Gading dari lini Ratu Mas.
Lini premium Anargya mengandalkan perpaduan lemon yang cerah dan lavender yang lembut pada rangkaian Soap Bar, Hand & Body Lotion, Shower Gel, Shampoo, dan Conditioner. Kombinasi ini memberi kesan segar dan sensasi rileks saat digunakan, sekaligus menghadirkan sampo dan kondisioner untuk perawatan rambut harian.
BASK For Men menawarkan profil aroma yang lebih maskulin melalui Body Cologne (Absolute Gentleman, Freezy Cool, Sporty Fresh) dan Deo Cologne Spray (Blue Sky, Urban Knight). Lini ini melengkapi rangkaian perawatan pria dengan Face Wash Oil Control, Sun Odor Eliminator, dan Hair Pomade.
Mengubah rimpang, daun, dan bunga menjadi produk yang aman dan konsisten bukan pekerjaan sederhana. Prosesnya dimulai dari pemilihan bahan baku: Mustika Ratu menaruh perhatian pada asal bahan dan hubungan jangka panjang dengan pemasok lokal, karena kualitas simplisia sangat menentukan hasil akhir. Bahan kemudian melalui tahapan sortasi, pengeringan, ekstraksi, dan pengujian sebelum masuk ke formulasi.
Mustika Ratu memperoleh sertifikasi sistem manajemen mutu ISO 9002 dan sistem manajemen lingkungan ISO 14001 pada tahun 1996. Kombinasi keduanya penting: yang pertama menjaga agar setiap batch produk konsisten dan terdokumentasi, yang kedua memastikan proses produksi memperhatikan dampak lingkungan — sebuah komitmen yang logis bagi perusahaan yang menggantungkan bahan bakunya pada alam Indonesia.
Dari sisi kepatuhan, produk kosmetika Mustika Ratu tercakup dalam Sertifikat Halal Kosmetika No. ID00410012678031222 yang diterbitkan melalui BPJPH bersama MUI; status per produk dapat dilihat pada logo halal di kemasan. Untuk kategori jamu dan obat tradisional, kehalalan tercakup dalam Sertifikat Halal No. ID00410000220560122, sedangkan minuman herbal siap minum kemasan tetrapak tercakup dalam Sertifikat Halal No. SKH1293/SH/LPPOM MUI/XII/2022.
Yang tak kalah penting, semua klaim produk disampaikan dalam kerangka regulasi Indonesia. Produk kosmetika diposisikan untuk membantu membersihkan, menyegarkan, menghaluskan, dan merawat tampilan kulit atau rambut, serta memiliki nomor notifikasi BPOM RI (NA) pada kemasan; sedangkan produk jamu dan minuman herbal terdaftar dengan nomor izin edar BPOM (TR/SD/HT) dan diposisikan untuk membantu memelihara kesehatan sesuai klaim tradisional. Tidak ada janji instan, karena perawatan alami memang bekerja dengan cara yang berbeda: konsisten, bertahap, dan menyatu dengan kebiasaan sehari-hari.
Menelusuri bahan-bahan di atas sama saja dengan menelusuri peta Indonesia: bengkoang dan kencur dari kebun Jawa, cendana dari timur, kelapa dari pesisir, kopi dan teh dari dataran tinggi, hingga kulit kerang dari laut. Lebih dari lima dekade, Mustika Ratu bekerja menjaga agar pengetahuan tentang bahan-bahan ini tidak berhenti sebagai cerita, melainkan tetap hadir dalam botol, sachet, dan pot yang dipakai konsumen di seluruh Indonesia.
Jika Anda ingin memulai, pilih satu titik masuk yang paling dekat dengan kebiasaan Anda — Masker Bengkoang untuk perawatan wajah akhir pekan, Lulur Sari Bengkoang untuk ritual mandi, Shampoo Merang untuk keramas, secangkir Wedang Beras Kencur di sore hari, atau Body Splash Mustika Puteri untuk kesegaran sepanjang hari. Jelajahi rangkaian Mustika Ratu, Mustika Puteri, BASK, Anargya, dan Ratu Mas, dan temukan sendiri versi warisan Nusantara yang paling cocok untuk Anda.
Berdasarkan katalog produk, mawar dan zaitun termasuk bahan yang paling sering dipakai di berbagai lini produk, bersama melati dan pepaya pada rangkaian perawatan tubuh. Bengkoang tetap menjadi bahan yang paling identik dengan citra merek.
Produk kosmetika Mustika Ratu tercakup dalam Sertifikat Halal Kosmetika No. ID00410012678031222 (BPJPH/MUI). Untuk jamu dan obat tradisional berlaku Sertifikat Halal No. ID00410000220560122, sedangkan minuman herbal siap minum kemasan tetrapak tercakup dalam Sertifikat Halal No. SKH1293/SH/LPPOM MUI/XII/2022. Status per produk dapat dilihat pada logo halal di kemasan.
Mustika Ratu adalah lini utama dengan rangkaian terlengkap (perawatan kulit, tubuh, rambut, mulut, tata rias, dan minuman herbal). Mustika Puteri adalah rangkaian kecantikan untuk remaja dengan fokus body splash dan tata rias ringan. BASK adalah lini perawatan dan wewangian untuk pria. Anargya adalah lini premium dengan varian Lemon dan Lavender. Ratu Mas berfokus pada lulur tradisional berbahan temugiring, kemuning, kunyit, dan kenanga.
Tidak. Produk jamu dan minuman herbal diposisikan untuk membantu memelihara kesehatan sesuai klaim tradisional, bukan untuk mengobati penyakit. Baca aturan pakai pada kemasan; untuk keluhan kesehatan tertentu, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.
Bengkoang, mawar, dan ketimun adalah titik awal yang paling ramah karena karakternya lembut dan familiar. Untuk perawatan tubuh, lulur berbahan bengkoang atau temugiring adalah pengalaman klasik yang mudah dinikmati. Untuk minuman, beras kencur biasanya paling mudah diterima lidah pemula.
Mustika Ratu berdiri sejak 1975, berangkat dari warisan ramuan Keraton Jawa. Perusahaan memperoleh sertifikasi sistem manajemen mutu ISO 9002 dan sistem manajemen lingkungan ISO 14001 pada tahun 1996, dan sejak itu menerapkan sistem mutu serta lingkungan dalam proses produksinya.