PT Mustika Ratu Tbk adalah perusahaan terkemuka di Indonesia yang bergerak di bidang kosmetik dan jamu berbahan alami. Didirikan oleh Mooryati Soedibyo pada 14 Maret 1978, perusahaan ini memulai perjalanannya dari garasi rumah pendirinya sebelum berkembang menjadi perusahaan besar.
Dengan memanfaatkan kekayaan alam dan budaya Indonesia, Mustika Ratu berkomitmen untuk melestarikan warisan budaya melalui produk-produk berkualitas tinggi yang memancarkan kecantikan dan kesehatan.
Perusahaan ini telah mendapatkan sertifikasi ISO 9002 dan ISO 14001 pada tahun 1996 sebagai bukti komitmennya terhadap kualitas produk dan kelestarian lingkungan.
Baca Juga : MRAT Optimis Terus Tumbuh di Tengah Dominasi Kosmetik Impor
Selain itu, Mustika Ratu juga aktif dalam berbagai inisiatif untuk mempromosikan budaya dan produk lokal, termasuk kolaborasi dengan Yayasan Puteri Indonesia dan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mendorong diplomasi kreatif di panggung internasional.

Baru-baru ini, PT Mustika Ratu Tbk dan Yayasan Puteri Indonesia mengadakan pertemuan dengan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, untuk membahas potensi kerja sama dalam mendorong diplomasi kreatif ke panggung internasional.
Menekraf Riefky menyatakan pemahaman atas visi dan misi Mustika Ratu yang terus mendorong ekonomi kreatif di Indonesia melalui produk kecantikan.
Ke depan, subsektor fesyen akan dikembangkan dalam konsep mode fesyen dan produk kecantikan, sesuai dengan poin Asta Cita ke-3, yaitu mengembangkan lapangan kerja yang berkualitas melalui industri kreatif.
Kementerian Ekraf/Badan Ekraf memiliki program-program dinamis untuk dikolaborasikan, terutama karena tulang punggung ekonomi Indonesia telah bergeser ke ekonomi kreatif yang padat cipta berbasis kreativitas.
Kesiapan untuk bekerja sama dengan Yayasan Puteri Indonesia, salah satunya dapat dilakukan melalui program Emak-Emak Matic.
Yayasan Puteri Indonesia dan Mustika Ratu Berkolaborasi dengan Kemenekraf untuk Dorong Ekonomi Kreatif dan Diplomasi Internasional
Selain itu, Menekraf Riefky menyebut program-program lain dari Kemenekraf yang bertujuan sama, yaitu mendorong hilirisasi dan komersialisasi ekonomi kreatif.
Pendekatan hexahelix dengan organisasi (asosiasi dan yayasan), bisnis, akademisi, norma dan regulasi, media massa, serta Pemerintah selalu dilakukan oleh Kemenekraf.
Wamenekraf/Wakabekraf Irene Umar juga mengutarakan beberapa program yang sejalan dengan Yayasan Puteri Indonesia dan Mustika Ratu, salah satunya adalah pengembangan permainan (gim) lokal yang dapat dikolaborasikan dengan produk kecantikan Mustika Ratu atau dengan melibatkan para Puteri Indonesia untuk ikut memainkan gim lokal agar semakin dikenal.
Indonesia memiliki board game “Kartini: From Darkness to Light“, yang jika para Puteri Indonesia ikut memainkan gim lokal ini tentu dapat menarik lebih banyak penggemar gim lokal agar makin dikenal.
Selain itu, pembuatan gim lokal dari produk-produk kecantikan seperti jamu dari Mustika Ratu atau permainan lainnya juga dapat menjadi inovasi menarik.
Generasi Muda Dapat Mulai Inisiasi Hal Kreatif
Putri Kus Wisnu Wardani, Ketua Dewan Penasehat Yayasan Puteri Indonesia dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden 2019-2024, menilai pemisahan Kemenekraf yang fokus terhadap 17 subsektor ekraf sangat baik. Menurutnya, banyak generasi muda yang dapat memulai sesuatu dari hal kreatif yang lebih luas sehingga mereka tidak terpaku untuk bekerja dalam lingkup korporasi.
Keragaman budaya yang dapat diolah menjadi kontribusi ekonomi yang luar biasa dan menciptakan lapangan kerja sangat banyak.
Banyak juga kesempatan yang dapat dieksplor dan dikerjasamakan untuk mendidik perempuan-perempuan Indonesia. Langkah ini dianggap luar biasa, apalagi ekonomi kreatif sudah mendapat perhatian dengan pemisahan dari Kementerian sebelumnya.
Kusuma Ida Anjani, Ketua Pemilihan Puteri Indonesia, mengatakan bahwa pemilihan Puteri Indonesia yang sudah berjalan sejak 1992 selalu memperkenalkan budaya melalui tarian dan busana buatan desainer Indonesia. Para finalis turut berperan dalam diplomasi budaya.
Pada pertengahan bulan April, karantina Pemilihan Puteri Indonesia 2025 akan dimulai, dan Kemenekraf/Badan Ekraf diharapkan dapat membawa produk-produk binaan lokal termasuk gim lokal untuk dipromosikan para finalis Puteri Indonesia yang memang menjadi bagian dari diplomat budaya.**