Mooryati Soedibyo Luncurkan Buku “Menerobos Tradisi Memasuki Dunia Baru” The Untold Story

Jakarta, 21 April 2016- Awal tahun ini, DR.BRA.Mooryati Soedibyo baru saja menggelar syukuran bertambah usianya yang ke-88 di Dharmawangsa Hotel, 5 January 2016 lalu. Diusianya yang sudah memasuki masa “The Golden Age” ini tidak membuat Pendiri PT Mustika Ratu Tbk dan Yayasan Puteri Indonesia berhenti berkarya. Ibu Moor (sapaan akrab Beliau) kian semangat menciptakan warisan yang nantinya bisa diturunkan ke anak, cucu dan cicitnya kelak. Hari ini(21/4) bertepatan dengan Hari Kartini, Ibu Moor meluncurkan buku Otobiografi kisah perjalanan hidupnya selama mengenyam pendidikan di Keputren Keraton Surakarta Hadiningrat, sampai ia berkeluarga dan mengambil keputusan untuk membuka usaha dengan jualan jamu hingga berdirinya PT Mustika Ratu Tbk serta Yayasan Puteri Indonesia hingga Beliau diberikan kepercayaan untuk menjabat sebagai Wakil Ketua II MPR Periode 2004-2009 yang semuanya terangkum “Menerobos Tradisi Memasuki Dunia Baru” The Untold Story yang diselenggarakan di Mutiara Ballroom, Ritz Carlton Hotel, Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Acara yang dimulai pukul 10.00 pagi ini langsung dibuka dengan alunan merdu dari KAMILA yang membawakan lagu Kunang-Kunang dan Ibu Kita Kartini. Setelah itu MC mengundang Ibu Mooryati yang didampingi oleh putra-putrinya, Bapak Djoko Ramiadji, Ibu Putri Kuswisnu Wardani, Ibu Dewi Nur Handayani, Bapak Haryo Tedjo Baskoro untuk memberikan pidato singkat yang dilanjutkan dengan pemukulan Gong tanda resminya di launching Buku Otobiografi “Menerobos Tradisi Memasuki Dunia Baru” The Untold Story. Dalam acara ini turut hadir Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk, Putri K Wardani, Puteri Indonesia 1994, Venna Melinda, Puteri Indonesia 2004, Artika Sari Devi, Puteri Indonesia 2016, Kezia Warouw, Puteri Indonesia Lingkungan 2016, Felicie dan Puteri Indonesia Pariwisata 2016,

 

Intan Aletrino dan pembicara yang antara lain; Bpk. Prof. Rhenald Kasali, PhD, Bpk.Prof.Dr.Sapardi Joko Damono, Bpk.Dr.Agustinus Prasetyantoko, Ibu Ir. Tri Mumpuni.

Lahir dari pasangan suami istri, KRMTA Poornomo Hadiningrat, menjabat sebagai Bupati Brebes, putra sulung Bupati Demak, K.P.A. Hadiningrat. Anggota Volksraad (Parlement Hindia Belanda) yang tanpa kenal lelah memperjuangkan kepentingan rakyat Demak yang selalu menderita kebanjiran dan kelaparan serta Ibundanya bernama GRA Kussalbiyah, Puteri Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakoe Boewono X, dari Keraton Surakarta Hadiningratsebagai serta cucu SDISKS (Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan) Pakubuwono X membuat Ibu Moor mendapatkan banyak pelajaran tradisi Budaya seperti berbahasa Jawa yang baik, tatakrama, berbagai tata seni dan tradisi sarana perawatan kesehatan dan kan, Ngadi Saliro, Ngadi Busono, peribahasa, dan filosofi Keraton. Dari kecil, Ibu Mooryati sudah dibiasakan untuk minum jamu yang diramu oleh mbah Nyai Sri Mulki, seorang ahli herbalis wanita, abdi dalam keraton. Dari sinilah ketertarikannya dalam bidang kesehatan dan kecantikan mulai tumbuh.

13041114_1022989654454781_694600064019103196_o

Otobiografi setebal lebih dari 500 halaman dan terdiri dari 48 sub judul ini sangat lengkap menceritakan kisah hidup Ibu Moor, pembaca diajak untuk bernostalgia melihat kehidupan masa lampau yang penuh sejarah. Bagaimana seorang puteri Keraton yang berani melangkah menerobos tradisi untuk mencari peluang baru tanpa meninggalkan budaya, tradisi dan tetap mencintai kearifan lokal. Di dalam otobiografi ini juga diceritakan perjalanan Ibu Moor dalam membangun bisnis yang mulai dari garasi rumahnya dengan meramu sendiri minuman beras kencur. Ketekunan dan tekadnya membuat Mooryati Soedibyo berhasil mendirikan perusahaan jamu dan kosmetika terbesar di Indonesia yaitu PT Mustika Ratu Tbk. Tanpa menyerah, Mooryati secara cermat terus mengembangkan industrinya terus memperluas pasar dan menapak ke atas. Berbarengan dengan tumbuhnya kesadaran untuk

kembali ke alam, jamu dan kosmetika tradisional buatan Mooryati mulai berkembang pesat. Produksinya tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat setempat, namun juga telah diterima oleh mancanegara. Produk Mustika Ratu sampai kini sudah diekspor ke kurang lebih 20 negara, diantaranya Rusia, Belanda, Jepang, Afrika Selatan, Timur Tengah, Malaysia dan Brunei.

Otobiografi Ibu Moor yang diluncurkan hari ini adalah buku keempat beliau setelah buku pertamanya yang berjudul “Seni Ngadi Saliro dan Ngadi Busono” (1978). Kemudian ia menulis “Alam Sumber Kesehatan” di tahun 1998 yang menurutnya adalah sebuah ensiklopedia jamu-jamuan. Tahun 2000, Mooryati Soedibyo membuat buku  berjudul “Pengantin Indonesia”. Tiga tahun sesudahnya, ia kembali menulis buku tentang busana keraton yang diterbitkan dalam versi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, yaitu “Busana Keraton Surakarta Hadiningrat”. Buku terakhir yang ia tulis adalah “Transforming Woman’sVoices”, sebuah buku yang bercerita tentang pengalamannya selama 5 tahun  sebagai anggota lembaga legislatif.